Thursday, 5 November 2026

Rapor Merah Kesehatan Kabupaten: Jamkeswatch Minta Dibentuk Satgas dan Diaktifkan Ulang UHC

Rapor Merah Kesehatan Kabupaten Bekasi: Jamkeswatch Minta Dibentuk Satgas dan Diaktifkan Ulang UHC

Lintasperistiwa.com ll BEKASI— Kualitas pelayanan dan jaminan kesehatan di Kabupaten Bekasi dinilai masih menyisakan banyak masalah yang memberatkan masyarakat, khususnya warga miskin dan kelompok rentan. Menanggapi kondisi tersebut, Relawan Kesehatan Jamkeswatch Kabupaten Bekasi secara resmi menyerahkan dokumen opini hukum (legal opinion) kepada Bupati Bekasi pada Sabtu, (23/5/2026).

Dokumen strategis ini diserahkan langsung oleh Pembina DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi, M. Nurfahroji, S.H., di markas KC FSPMI Bekasi. Langkah ini menjadi pembuka sebelum Jamkeswatch melakukan pertemuan resmi dan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam dokumen tersebut, terdapat sejumlah poin krusial yang disorot, mulai dari buruknya transparansi data, birokrasi pemulihan status kartu yang lambat, hingga penurunan kualitas layanan di rumah sakit daerah.

Tuntutan Keterbukaan Data dan Layanan Cepat

Salah satu isu utama yang disorot adalah minimnya keterbukaan data terkait kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jamkeswatch menegaskan bahwa akses informasi yang jelas mengenai status kepesertaan BPJS Kesehatan sangat penting agar masyarakat tidak terlambat mendapatkan penanganan medis saat membutuhkannya.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera membangun papan kendali (dashboard) data PBI berbasis digital yang dapat diakses publik dan diperbarui secara berkala,” tegas Nurfahroji.

Kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak warga miskin yang baru menyadari kartu jaminan kesehatannya sudah tidak aktif saat berada dalam kondisi gawat darurat di rumah sakit. Untuk memangkas birokrasi yang berbelit, Jamkeswatch mendesak pemerintah membuat sistem layanan reaktivasi status kartu dalam waktu 1×24 jam. Sistem ini harus mengintegrasikan peran Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, RSUD, hingga tingkat kecamatan.

Evaluasi Kinerja PSM dan Kebijakan Jamkesda

Sorotan tajam juga ditujukan pada proses penentuan desil kemiskinan yang dilakukan oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Jamkeswatch meminta verifikasi dilakukan secara objektif dan akuntabel guna menutup celah maladministrasi, penyalahgunaan wewenang, atau praktik pencatatan data sepihak yang merugikan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, kebijakan pembatasan penggunaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang hanya memperbolehkan satu kali klaim dinilai sangat tidak manusiawi. Aturan ini dianggap memberatkan pasien dengan penyakit kronis yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Penurunan Kualitas Layanan RSUD dan Solusi Satgas

Jamkeswatch juga mencatat banyaknya keluhan masyarakat terkait kinerja rumah sakit daerah. Keluhan yang paling banyak masuk meliputi antrean panjang, respons medis yang lambat, keterbatasan ruang rawat inap, hingga indikasi pemulangan pasien yang terlalu dini atau belum layak untuk pulang.

Sebagai solusi nyata atas rumitnya permasalahan ini, Jamkeswatch mengusulkan pembentukan Satgas Jaminan Kesehatan Kabupaten Bekasi. Satuan tugas lintas sektor ini direncanakan beranggotakan unsur Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, RSUD, Inspektorat, serta melibatkan relawan kesehatan.

Kehadiran satgas ini diharapkan berfungsi untuk:

•Mempercepat penanganan pengaduan darurat dari masyarakat.

•Mengawasi ketat operasional pelayanan di rumah sakit dan BPJS Kesehatan.

•Memperkuat koordinasi dan integrasi antar-lembaga.

Sebagai penutup, Jamkeswatch kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera mengaktifkan kembali program Universal Health Coverage (UHC). Di harapkan, dengan berjalannya kembali program tersebut, hak dasar seluruh warga Kabupaten Bekasi atas layanan kesehatan yang adil, aman, tanpa diskriminasi, dan berkeadilan sosial dapat terpenuhi sepenuhnya. (Red)

Berita Terbaru

Galian Batu Gunung Garogol PT. BMI Desa Sirnarasa Kian Menjadi Status Izin Dipertanyakan
01 Nov

Galian Batu Gunung Garogol PT. BMI Desa Sirnarasa Kian Menjadi Status Izin Dipertanyakan

Lintasperistiwa.com || TANJUNGSARI Bogor Timur — Aktivitas penggalian batu di kawasan Gunung Garogol oleh PT. BMI yang berada di wilayah

Truk Galian Limestone Langgar Jam Operasional di Jalan Lingkar Klapanunggal, Warga dan Camat Geram
30 Okt

Truk Galian Limestone Langgar Jam Operasional di Jalan Lingkar Klapanunggal, Warga dan Camat Geram

Lintasperistiwa.com || KLAPANUNGGAL Bogor - puluhan truk tambang galian limestone yang melintas di Jalan Lingkar Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menuai sorotan

Lsm Komparasi, Desak Inspektorat Bogor Untuk Usut  Di Tiga Kecamatan Bankeu  TA 2026
29 Okt

Lsm Komparasi, Desak Inspektorat Bogor Untuk Usut Di Tiga Kecamatan Bankeu TA 2026

Lintasperistiwa.com || CIBINONG BOGOR – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komparasi resmi melayangkan laporan pengaduan masyarakat kepada Inspektorat Kabupaten Bogor terkait

Hingga Empat Bulan Bergulir, Isu Mutasi Kepsek SMP‑N 1 Tanjungsari Belum Ada Jawaban dari Disdik Bogor
28 Okt

Hingga Empat Bulan Bergulir, Isu Mutasi Kepsek SMP‑N 1 Tanjungsari Belum Ada Jawaban dari Disdik Bogor

Lintasperistiwa.com|| TANJUNGSARI Kabupaten Bogor – Sudah berjalan hampir empat bulan sejak muncul isu dugaan perselingkuhan antara Kepala Sekolah SMP Negeri 1

Akselarasi  Bankeu  Kp  Cibarengkok  Desa Tanjungsari  Menuai  Peetanyaan  TA  2026
21 Okt

Akselarasi Bankeu Kp Cibarengkok Desa Tanjungsari Menuai Peetanyaan TA 2026

Lintasperistiwa.com || TANJUNGSARI Bogor timur - Program bankeu TA 2026 di kp cibarengkok rt 17-18 ,rw 02 ,Desa tanjung sari

Kegiatan   Hotmix  Jalan  Kp Jangkar   Rt06/03  Desa  Mekarwangi  Kec  Cariu Menjadi  Sorotan !!
15 Okt

Kegiatan Hotmix Jalan Kp Jangkar Rt06/03 Desa Mekarwangi Kec Cariu Menjadi Sorotan !!

Lintasperistiwa.com || BOGOR Hotmi jalan kp jangkar rt06/03 Desa mekarwangi kecamatan cariu kab Bogor BOTIM (15/10/2026)   Inflastruktur pembanguna jalan