Sunday, 20 September 2026

Rapor Merah Kesehatan Kabupaten: Jamkeswatch Minta Dibentuk Satgas dan Diaktifkan Ulang UHC

Rapor Merah Kesehatan Kabupaten Bekasi: Jamkeswatch Minta Dibentuk Satgas dan Diaktifkan Ulang UHC

Lintasperistiwa.com ll BEKASI— Kualitas pelayanan dan jaminan kesehatan di Kabupaten Bekasi dinilai masih menyisakan banyak masalah yang memberatkan masyarakat, khususnya warga miskin dan kelompok rentan. Menanggapi kondisi tersebut, Relawan Kesehatan Jamkeswatch Kabupaten Bekasi secara resmi menyerahkan dokumen opini hukum (legal opinion) kepada Bupati Bekasi pada Sabtu, (23/5/2026).

Dokumen strategis ini diserahkan langsung oleh Pembina DPD Jamkeswatch Kabupaten Bekasi, M. Nurfahroji, S.H., di markas KC FSPMI Bekasi. Langkah ini menjadi pembuka sebelum Jamkeswatch melakukan pertemuan resmi dan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam dokumen tersebut, terdapat sejumlah poin krusial yang disorot, mulai dari buruknya transparansi data, birokrasi pemulihan status kartu yang lambat, hingga penurunan kualitas layanan di rumah sakit daerah.

Tuntutan Keterbukaan Data dan Layanan Cepat

Salah satu isu utama yang disorot adalah minimnya keterbukaan data terkait kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jamkeswatch menegaskan bahwa akses informasi yang jelas mengenai status kepesertaan BPJS Kesehatan sangat penting agar masyarakat tidak terlambat mendapatkan penanganan medis saat membutuhkannya.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera membangun papan kendali (dashboard) data PBI berbasis digital yang dapat diakses publik dan diperbarui secara berkala,” tegas Nurfahroji.

Kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak warga miskin yang baru menyadari kartu jaminan kesehatannya sudah tidak aktif saat berada dalam kondisi gawat darurat di rumah sakit. Untuk memangkas birokrasi yang berbelit, Jamkeswatch mendesak pemerintah membuat sistem layanan reaktivasi status kartu dalam waktu 1×24 jam. Sistem ini harus mengintegrasikan peran Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, RSUD, hingga tingkat kecamatan.

Evaluasi Kinerja PSM dan Kebijakan Jamkesda

Sorotan tajam juga ditujukan pada proses penentuan desil kemiskinan yang dilakukan oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Jamkeswatch meminta verifikasi dilakukan secara objektif dan akuntabel guna menutup celah maladministrasi, penyalahgunaan wewenang, atau praktik pencatatan data sepihak yang merugikan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, kebijakan pembatasan penggunaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang hanya memperbolehkan satu kali klaim dinilai sangat tidak manusiawi. Aturan ini dianggap memberatkan pasien dengan penyakit kronis yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Penurunan Kualitas Layanan RSUD dan Solusi Satgas

Jamkeswatch juga mencatat banyaknya keluhan masyarakat terkait kinerja rumah sakit daerah. Keluhan yang paling banyak masuk meliputi antrean panjang, respons medis yang lambat, keterbatasan ruang rawat inap, hingga indikasi pemulangan pasien yang terlalu dini atau belum layak untuk pulang.

Sebagai solusi nyata atas rumitnya permasalahan ini, Jamkeswatch mengusulkan pembentukan Satgas Jaminan Kesehatan Kabupaten Bekasi. Satuan tugas lintas sektor ini direncanakan beranggotakan unsur Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, RSUD, Inspektorat, serta melibatkan relawan kesehatan.

Kehadiran satgas ini diharapkan berfungsi untuk:

•Mempercepat penanganan pengaduan darurat dari masyarakat.

•Mengawasi ketat operasional pelayanan di rumah sakit dan BPJS Kesehatan.

•Memperkuat koordinasi dan integrasi antar-lembaga.

Sebagai penutup, Jamkeswatch kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera mengaktifkan kembali program Universal Health Coverage (UHC). Di harapkan, dengan berjalannya kembali program tersebut, hak dasar seluruh warga Kabupaten Bekasi atas layanan kesehatan yang adil, aman, tanpa diskriminasi, dan berkeadilan sosial dapat terpenuhi sepenuhnya. (Red)

Berita Terbaru

Mencuat Dugaan Potongan PKH di Sukamulya , Warga Mengaku Diminta hingga Rp100  Sampai  150  Ribu
18 Sep

Mencuat Dugaan Potongan PKH di Sukamulya , Warga Mengaku Diminta hingga Rp100 Sampai 150 Ribu

Liintasperistiwa.com || SUKAMULYA BOGOR — Dugaan adanya potongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) mencuat di kp cikeruh rt 01/01 Desa

Mencuat Dugaan Potongan PKH di Sukamulya , Warga Mengaku Diminta hingga Rp100  Sampai  150  Ribu
18 Sep

Mencuat Dugaan Potongan PKH di Sukamulya , Warga Mengaku Diminta hingga Rp100 Sampai 150 Ribu

Liintasperistiwa.com || SUKAMULYA BOGOR — Dugaan adanya potongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) mencuat di kp cikeruh rt 01/01 Desa

LSM  PENJARA   Bogor  Angkat   Bicara  , Terkait Pembuatan   Surat   Tak   Kunjung  Selesai   Oleh  Oknun  Staf  Desa  Sukawangi.
15 Sep

LSM PENJARA Bogor Angkat Bicara , Terkait Pembuatan Surat Tak Kunjung Selesai Oleh Oknun Staf Desa Sukawangi.

Lintasperistiwa.com || BOGOR TIMUR Sukawangi - warga kp Haur seah rt 01/01 , Desa Sukawangi kecamatan Sukamakmur Bogor timur tertipu

Kanit Satpol PP Jonggol Ancam  Akan Tutup Karaoke Citra Indah , Jika Kembali  Berulah Langgar Aturan
11 Sep

Kanit Satpol PP Jonggol Ancam Akan Tutup Karaoke Citra Indah , Jika Kembali Berulah Langgar Aturan

Lintasperistiwa.com|| JONGGOL BOGOR Teguran keras dilayangkan Pemerintah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, kepada pengelola salah satu tempat karaoke di kawasan Citra

Oknum   Staf   Desa  Sukawangi  Memperalat  Warganya,  Agar   Bisa  Mendapatkan  Surat  Mutasi  SPPT   Dan Meraup  Keuntungan
08 Sep

Oknum Staf Desa Sukawangi Memperalat Warganya, Agar Bisa Mendapatkan Surat Mutasi SPPT Dan Meraup Keuntungan

  Lintasperistiwa.com|| BOGOR Dalam sepekan ini warga kp Haur seah rt 01/01 , Desa Sukawangi kecamatan Sukamakmur tertipu dengan surat

HMI Cabang  Bogor  Kecam Represiftas  Aparat Dalam  Pengamanan Aksi Di Pemkab Bogor
03 Sep

HMI Cabang Bogor Kecam Represiftas Aparat Dalam Pengamanan Aksi Di Pemkab Bogor

Lintasperistiwa.com ||.BOGOR BOGOR — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor mengecam keras tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian dalam pengamanan