MBG Diduga Disajikan Asal Jadi, Dapur SPPG di Sukamakmur Disorot: Makanan Tak Layak, Pembuangan Sampah Diduga Cemari Lingkungan
Lintasperistiwa.com ll Bogor-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Kali ini, dugaan penyajian makanan tidak layak konsumsi mencuat dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kampung Gunung Batu 2 RT 02/RW 10, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ironisnya, makanan yang diduga tidak layak tersebut justru dibagikan kepada ibu-ibu posyandu dan siswa sekolah dasar pada Kamis (4/6/2026). Warga menilai kualitas menu MBG yang disajikan jauh dari standar kelayakan, baik dari sisi rasa, tampilan, maupun kualitas penyajian.
Kejadian ini memicu kemarahan warga karena program MBG merupakan program strategis pemerintah yang seharusnya dijalankan secara serius, profesional, dan mengutamakan kualitas konsumsi masyarakat, khususnya anak-anak.
Seorang tokoh pemuda setempat berinisial H mengungkapkan, pihaknya langsung melakukan protes dan meminta klarifikasi kepada pengelola dapur SPPG melalui pesan WhatsApp.
Dalam keterangannya, pihak dapur SPPG mengakui adanya kekurangan pada menu yang disajikan.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila menu hari ini kurang dari segi rasa dan tampilan. Ke depannya akan kami evaluasi dan perbaiki,” tulis pihak dapur SPPG.
Namun permintaan maaf tersebut dinilai tidak cukup. Warga menegaskan persoalan ini menyangkut kesehatan masyarakat dan nama baik program pemerintah yang selama ini digembar-gemborkan demi peningkatan gizi masyarakat.
“Jangan sampai program sebesar ini dijalankan asal-asalan. Ini makanan untuk masyarakat dan anak sekolah, bukan sekadar formalitas pembagian,” tegas H.
Ia juga menyentil lemahnya pengawasan internal dapur SPPG yang dinilai gagal memastikan kualitas makanan sebelum didistribusikan.
“Kalau makanan seperti itu masih lolos dibagikan, berarti ada yang tidak beres dalam pengawasan dapur. Kepala dapur dan pengelola harus bertanggung jawab penuh,” katanya.
Tak hanya soal makanan, warga juga menyoroti dugaan buruknya pengelolaan limbah dapur SPPG. Sampah basah sisa aktivitas memasak disebut-sebut dibuang sembarangan hingga menimbulkan bau menyengat dan mengganggu lingkungan warga sekitar.
“Jangan sampai masyarakat dibuat resah oleh limbah dapur yang dibuang sembarangan. Ini bukan hanya soal makanan, tapi juga soal kebersihan lingkungan dan tanggung jawab sosial,” ujar H.
Warga mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait segera turun tangan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap operasional dapur-dapur SPPG di Kecamatan Sukamakmur.
Masyarakat meminta evaluasi total dilakukan agar program MBG tidak berubah menjadi sumber polemik akibat kelalaian pelaksana di lapangan.
“Program pemerintah jangan dirusak oleh oknum yang bekerja tanpa standar dan tanpa tanggung jawab. Kalau tidak diawasi ketat, kejadian seperti ini akan terus berulang,” pungkasnya.(Red/Tim)
Editor : Dedy Sukandi


