Lintasperistiwa.com|| BOGOR
Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di tiga wilayah Desa Mekarwangi, Desa Babakan Raden, dan Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, kini menuai sorotan serius. Tim media yang menjalankan fungsi kontrol sosial menemukan sejumlah kejanggalan mulai dari ketiadaan pengawas hingga pelanggaran standar keselamatan kerja.
Saat melakukan peninjauan ke lokasi pekerjaan, ( 14/07/2026 ) tim tidak menemukan pengawas maupun pihak yang bertanggung jawab di lapangan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp serta mendatangi kediaman ketua kelompok tani pelaksana proyek hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan sama sekali.
Padahal, keberadaan pengawas sangat krusial guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, mulai dari takaran pencampuran adukan pasir dan semen hingga penataan batu pondasi. Tanpa arahan yang tepat, kualitas infrastruktur irigasi berisiko tidak maksimal dan cepat rusak.
Kondisi lain yang mencolok adalah tidak digunakannya alat pelindung diri (APD) oleh sejumlah pekerja, padahal papan informasi proyek secara tegas mewajibkan pemakaian helm, rompi, sepatu boot, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Hal ini memicu kecurigaan publik apakah alokasi anggaran telah dikurangi sehingga tidak tersedia dana untuk menyediakan alat keselamatan bagi pekerja?
Perlu diketahui, proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan per lokasi mencapai Rp195 juta, dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani setempat.
Pihak media mendesak Kepala Desa di masing-masing lokasi serta pejabat berwenang terkait untuk segera melakukan pemantauan dan pengawasan menyeluruh. Jika terbukti terjadi penyimpangan yang menimbulkan kerugian negara, hal tersebut masuk ranah tindak pidana korupsi dan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sampai berita ini diterbitkan, upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi pembina masih terus dilakukan.
Catatan: Berita ini telah disusun berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan dan masih terbuka bagi klarifikasi dari semua pihak terkait.
Red



