Sunday, 20 September 2026

Geger MBG Diduga Tak Layak Konsumsi di Sukaharja, Nama Kades Y Terseret dalam Dugaan Investasi Rp 1 Miliar di SPPG

Geger MBG Diduga Tak Layak Konsumsi di Sukaharja, Nama Kades Y Terseret dalam Dugaan Investasi Rp1 Miliar di SPPG

Lintasperistiwa.com ll BOGOR – Polemik dugaan penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak dikonsumsi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Muslimah Cahaya Ummat (MCU) di Kampung Gunung Batu 2, RT 02/RW 10, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, terus menjadi sorotan publik.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026 lalu. Dugaan makanan MBG yang tidak layak konsumsi itu disebut-sebut diberikan kepada siswa SDN Sukaharja 01, peserta didik PAUD, hingga penerima manfaat dari Posyandu di wilayah setempat.

Informasi mengenai dugaan tersebut pertama kali mencuat setelah munculnya keluhan dan protes dari sejumlah pihak melalui grup WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, para orang tua, pihak sekolah, hingga kader Posyandu mempertanyakan kualitas makanan yang disajikan oleh dapur SPPG tersebut.

Keluhan itu kemudian berkembang menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat Desa Sukaharja. Sejumlah pihak menilai menu MBG yang disajikan pada saat itu tidak memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah, PAUD, dan Posyandu dikabarkan langsung menyampaikan protes kepada pengelola dapur SPPG yang beroperasi di desa tersebut.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, seorang tokoh pemuda setempat berinisial H melakukan klarifikasi kepada pihak SPPG terkait dugaan penyajian makanan yang dinilai tidak layak tersebut.

Beberapa hari kemudian, H mengaku diundang oleh pihak SPPG melalui seorang koordinator lapangan berinisial KHR untuk membahas persoalan yang tengah menjadi sorotan warga. Namun, menurut H, hasil pertemuan tersebut belum memberikan jawaban yang memuaskan terhadap berbagai pertanyaan yang ia sampaikan.

Tidak berhenti di situ, H juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat dipanggil oleh seorang kepala desa berinisial Y untuk melakukan pertemuan dan membahas persoalan yang sama, yakni terkait dugaan menu MBG yang tidak layak konsumsi.

Dalam keterangannya kepada awak media, H menyebut dirinya memperoleh informasi bahwa Kades Y diduga memiliki keterlibatan sebagai investor di dapur SPPG Yayasan Muslimah Cahaya Ummat (MCU). Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, nilai investasi yang ditanamkan disebut mencapai sekitar Rp1 miliar.

“Informasi yang saya terima, Kades Y diduga menjadi investor di SPPG tersebut dengan nilai investasi kurang lebih Rp1 miliar,” ungkap H.

Adanya dugaan keterlibatan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. H menilai pemanggilan dirinya oleh Kades Y diduga berkaitan dengan upaya meredam polemik yang berkembang terkait penyajian menu MBG tersebut.

Menurut H, muncul dugaan bahwa pihak tertentu khawatir persoalan tersebut berkembang menjadi aksi protes yang lebih besar dari masyarakat, yang berpotensi berdampak pada keberlangsungan operasional dapur SPPG.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Yayasan Muslimah Cahaya Ummat (MCU), pengelola SPPG, maupun Kades Y terkait dugaan makanan MBG yang tidak layak konsumsi serta dugaan investasi yang disebut-sebut mencapai Rp1 miliar tersebut.

Masyarakat kini menunggu adanya klarifikasi terbuka dari seluruh pihak terkait guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang serta memastikan program MBG berjalan sesuai standar kualitas, keamanan pangan, dan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.(Red/Tim)

Editor      : Dedy

Berita Terbaru

Mencuat Dugaan Potongan PKH di Sukamulya , Warga Mengaku Diminta hingga Rp100  Sampai  150  Ribu
18 Sep

Mencuat Dugaan Potongan PKH di Sukamulya , Warga Mengaku Diminta hingga Rp100 Sampai 150 Ribu

Liintasperistiwa.com || SUKAMULYA BOGOR — Dugaan adanya potongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) mencuat di kp cikeruh rt 01/01 Desa

Mencuat Dugaan Potongan PKH di Sukamulya , Warga Mengaku Diminta hingga Rp100  Sampai  150  Ribu
18 Sep

Mencuat Dugaan Potongan PKH di Sukamulya , Warga Mengaku Diminta hingga Rp100 Sampai 150 Ribu

Liintasperistiwa.com || SUKAMULYA BOGOR — Dugaan adanya potongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) mencuat di kp cikeruh rt 01/01 Desa

LSM  PENJARA   Bogor  Angkat   Bicara  , Terkait Pembuatan   Surat   Tak   Kunjung  Selesai   Oleh  Oknun  Staf  Desa  Sukawangi.
15 Sep

LSM PENJARA Bogor Angkat Bicara , Terkait Pembuatan Surat Tak Kunjung Selesai Oleh Oknun Staf Desa Sukawangi.

Lintasperistiwa.com || BOGOR TIMUR Sukawangi - warga kp Haur seah rt 01/01 , Desa Sukawangi kecamatan Sukamakmur Bogor timur tertipu

Kanit Satpol PP Jonggol Ancam  Akan Tutup Karaoke Citra Indah , Jika Kembali  Berulah Langgar Aturan
11 Sep

Kanit Satpol PP Jonggol Ancam Akan Tutup Karaoke Citra Indah , Jika Kembali Berulah Langgar Aturan

Lintasperistiwa.com|| JONGGOL BOGOR Teguran keras dilayangkan Pemerintah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, kepada pengelola salah satu tempat karaoke di kawasan Citra

Oknum   Staf   Desa  Sukawangi  Memperalat  Warganya,  Agar   Bisa  Mendapatkan  Surat  Mutasi  SPPT   Dan Meraup  Keuntungan
08 Sep

Oknum Staf Desa Sukawangi Memperalat Warganya, Agar Bisa Mendapatkan Surat Mutasi SPPT Dan Meraup Keuntungan

  Lintasperistiwa.com|| BOGOR Dalam sepekan ini warga kp Haur seah rt 01/01 , Desa Sukawangi kecamatan Sukamakmur tertipu dengan surat

HMI Cabang  Bogor  Kecam Represiftas  Aparat Dalam  Pengamanan Aksi Di Pemkab Bogor
03 Sep

HMI Cabang Bogor Kecam Represiftas Aparat Dalam Pengamanan Aksi Di Pemkab Bogor

Lintasperistiwa.com ||.BOGOR BOGOR — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor mengecam keras tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian dalam pengamanan